Tugas Mandiri 14B

 

A. Jawaban Pertanyaan Pemantik (Diskusi Awal)

  1. Mengapa penyuntingan mekanik buruk bisa menolak naskah?
    Karena kesalahan bahasa, format, dan konsistensi mencerminkan kurangnya profesionalisme serta mengganggu keterbacaan, sehingga editor meragukan kualitas ilmiah naskah.

  2. Perbedaan menyunting tulisan sendiri vs orang lain
    Menyunting tulisan sendiri rawan bias dan “kebutaan penulis”, sedangkan menyunting tulisan orang lain lebih objektif dan kritis.

  3. Batas penggunaan AI dalam penyuntingan akademik
    AI boleh digunakan untuk tata bahasa, kejelasan kalimat, dan struktur, tetapi tidak untuk menciptakan data, argumen ilmiah, atau menggantikan pemikiran penulis.

  4. Mengapa visualisasi data lebih efektif?
    Visual mempersingkat pemahaman, menonjolkan pola, dan mengurangi beban kognitif dibanding narasi panjang.

  5. Mengatasi kegugupan saat sesi tanya jawab
    Persiapan matang, memahami inti riset, menarik napas terkontrol, dan menganggap pertanyaan sebagai dialog, bukan serangan.

  6. Langkah jika naskah ditolak sebelum peer review
    Evaluasi komentar editor, perbaiki fokus/format, lalu kirim ke jurnal lain yang lebih sesuai scope.

  7. Pentingnya etika publikasi
    Menjaga kepercayaan ilmiah, reputasi akademik, dan mencegah plagiarisme, manipulasi data, serta konflik kepentingan.

  8. Menentukan urutan penulis
    Berdasarkan kontribusi ilmiah nyata (konsep, data, analisis, penulisan), bukan jabatan atau senioritas.

  9. Risiko jurnal predatory
    Reputasi rusak, karya tidak diakui akademik, biaya tinggi tanpa review bermutu.

  10. Menyederhanakan bahasa teknis tanpa merusak makna
    Gunakan analogi, definisi singkat, dan fokus pada fungsi/dampak, bukan istilah semata.

B. Jawaban Pertanyaan Reflektif (Penilaian Diri)

  1. Bagian penyuntingan tersulit
    Biasanya konsistensi argumen dan kejelasan alur logika.

  2. Fokus tata bahasa vs argumen
    Idealnya argumen kuat terlebih dahulu, lalu diperkuat dengan bahasa yang rapi.

  3. Apakah presentasi saya menarik untuk ditonton?
    Menarik jika jelas, visual kuat, dan relevan dengan audiens.

  4. Kesiapan menerima kritik reviewer
    Kritik adalah bagian dari dialog ilmiah, bukan serangan personal.

  5. Mengabaikan sitasi karena dianggap umum
    Berisiko etis; lebih aman tetap mencantumkan rujukan.

  6. Motivasi utama publikasi
    Berkontribusi pada ilmu dan memberi dampak nyata, bukan sekadar angka kredit.

  7. Perasaan jika karya diplagiasi
    Merugikan secara moral dan akademik, menegaskan pentingnya etika sitasi.

  8. Kemutakhiran referensi
    Referensi terbaru menunjukkan relevansi dan penguasaan isu terkini.

  9. Meningkatkan kemampuan berbicara publik
    Latihan rutin, simulasi presentasi, dan evaluasi diri dari rekaman.

  10. Langkah konkret besok untuk memperbaiki draf
    Membaca ulang dengan fokus argumen utama, memotong bagian lemah, dan memperbaiki transisi.

Komentar